Rabu, 22 Mei 2013

DIAN PIESESHA ALBUM




DIAN PIESESHA

DIAN PIESESHA.... Terlahir dari pasangan orang tua ‘Ibrahim dan Euis’ di Buah batu, 9 maret 1962 dengan nama panjang ‘Dida Diah Daniar’. Sebagai cucu pertama dari Kakek-Nenek H.Sulaeman Asmadiredja & Hj. Atikah, Dian kecil diasuh sebagai anak oleh Kakek-Nenek ‘Entang Hermawan dan Uyut Hj.Menah, uyut Hj.Rumi dan uyut Hj.Iyen’ dan sangat dimanjakan. Menurut ceritranya, semua uyut2nya akan sedih bila melihat Dian sedang menyanyi di TiVi, "Ngelak wae kayak ayam" sambil nangis sesunggukan minta di matikan TiVinya karena tidak tega melihatnya mencari nafkah seorang diri untuk keluarganya dengan ‘tujuh’ adik2nya. Dian memang telah tahu segala konsekuensinya mempunyai keluarga besar yang butuh dihidupi dalam memenuhi kebutuhan sekolah dan makan sehari-hari. Baginya, keluarga adalah nomer satu...dengan suara bergetar Dian dengan tegar menuturkan "setelah ada kejadian yang sangat berat menimpa keluarga, saya sendiri memutuskan mengambil alih peranan sebagai Ayah dari adik-adik, baik yang masih dalam kandungan maupun masih Balita, saya rela bekerja keras membanting tulang demi kebahagiaan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang saya cintai". Walaupun Dian telah memiliki segalanya, Anak-anak yang mendukungnya, Populeritas dan sejumlah Anak-anak Asuh yang selalu mendoakannya, namun Dian tetap anak Bunda Hj.Euis yang penuh bakti dan "masih Seperti Dulu" mempertahankan gaya hidup yang "Sederhana".... Alahamdulillah, Tuhan sayang sekali kepada saya dan apa yang saya kerjakan itu berjalan dengan lancar, baik segala cobaan dan gangguan 'tidak ada' ... Anugerah Tuhan, luar biasa buat kehidupan saya. ungkapnya disela isak tangisnya.

@BERAWAL DARI KOTA BANDUNG: Tahun 1976, menjadi titik balik kehidupan bernyanyinya dimulai dari hoby Olah Raga 'Badminton' dan bersenandung di kamar mandi maupun di tempat latihan Badminton, siapa sangka kelak Dian Piesesha menjadi penomena 'Tak Ingin Sendiri'. Atas jasa teman sesama klub Badminton di PB- Badminton-Bandung yang bernama 'Nanang', dia melihat bakat bernyanyinya dan olehnya diikutkan di Group band sebagai vokalis dan sering mengisi acara di cafe-cafe,Ultah RI, Perhelatan Perkawinan dan acara dikampung-kampung luar kota Bandung. Walau hanya dengan honor antara Rp.2000 s/d Rp.3000, dian menjalaninya dengan tulus. Terpenting baginya, pulang dengan membawa hasil dan tersalurkan hoby bernyanyinya. Perkenalannya dengan seniman besar Tradisional Bandung "Ten De Sen", Dian banyak mengenal lagu2 dari Mandarin, Dangdut, Melayu,Barat, Pop Indonesia dll sbgnya. Dian yang sangat fasih melafalkan Ayat-ayat suci Al Qur'an, membawanya bermain Qasidahdan mengisi Acara-acara ke Agamaan sehingga 'Fenty Effendy' sangat tertari mengajaknya bergabung dalam acara Paket Hiburan Qasidah di TVRI-Jakarta sbg penyanyi solo maupun sebagai pengisi suara pada penyanyi lainnya saat itu. Tahun 1977, dengan bekal Rp.5000 hasil penjualan piring antik, sang bunda melepas keberangkatannya dengan Do'a menuju Ibu Kota Jakarta menyongsong sang Mentari. Atas bantuan salah satu personal Band Rock Jibril-Bandung yang bernama Danie, dunia rekamanpun menyambutnya.. meluncurlah album debut pertamanya dengan mengusung Lagu dangdut di produksi Global record dan masih menggunakan nama 'Dida Ibrahim’. Selanjutnya Dian didapuk perusahaan rekaman padang surya Emas sebagai salah satu penyanyi asuhannya selain Ervina, Anita Carolina Mohede, Robby Lea, Renny Octora dll. Lahirlah album dangdut dengan memakai nama baru 'Dida Safitri'. Entah berapa album Dangdut dihasilkan, namun dewi keberuntungan belum berpihak kepadanya, walau upaya produser sdh berusaha mengganti namanya berkali-kali.

@Sebagai DIAN PIESESHA: Tahun 1979, bermula ajakan makan malam bersama artis-artis Padang Surya Mas lainnya di sebuah Restoran, oleh Maxi Maxie Mamiri didaulat menyumbangkan suaranya. Dian Pisesha-pun tak kuasa menolaknya. Dian saat itu membawakan lagu2 Pop Indonesia "Loh ... dia kok, lagu pop lebih bagus...?" begitu kata Maxi mamiri mengomentari setelah bernyanyi. Hari esoknya, Maxi langsung membuatkan lagu-lagu Pop Indonesia untuk direkam dan ternyata album yang berjudul 'Jangan jangan Lagi' berhasil di terima masyarakat apa lagi dengan nama baru DIAN PIESESHA. Nama barunya berarti DIAN dari kata Lampu= dengan harapan dapat menerangi kehidupan atau memberi cahaya dalam meniti karinya, sementara PIESESHA diambil dari zodiak Pisces sesuai dengan karakter keras kepalanya yang tak pernah mengenal menyerah. Kemudian Dianpun menelurkan album kelanjutannya yang berjudul 'Hanya Dalam Mimpi’ dan cukup sukses pemasarannya, album demi album dihasilkan baik produksi Padang Surya maupun Asia Record, Cipta Record sebagai perusahaan rekaman terbaru yang dinaungi Dian Piesesha. @Bersama JK RECORDS : Tahun 1981 adalah awal Dian Piesesha diperusahaan milik Judhi Kristianto dengan lagu andalannya 'Aku Cinta Padamu' dapat diterima pencinta Musik Indonesia. Kemudian, persembahan selanjutnya seperti ; bara Api Senyummu dan Perasaan, luar biasa sukses. Tidak dapat dipungkiri, namanya melesat bersama sahabat2 penyanyi naungan JK Records lainnya seperti Chintami Atmanegara, Meriam Bellina, Heidy Diana, Ria Angelina Maria, Lidya Nathalia. Dianpun mengeluarkan album volume ke-4 "Tak Ingin Sendiri", lagu iinilah yang membuat namanya melambung dan menjadi buah bibir dikalangan pengamat musik Indonesia. Namanya tidak hanya di kenal didalam Negeri, di negara Asia-pun seperti malaysia, Singapura,Taiwan, Jepang dan Bangladesh nama Dian Piesesha sudah terpatri di sana. Album Tak Ingin Sendiri sebagai album terLaris sepanjang masa dan belum tertandingi penjualannya sampai sekarang. Sebagai bukti kecintaan para penggemarnya, sengaja saya tuturkan tanpa melebih2kan bahwa tulisan ini hadir karena banyaknya INBOX dan SMS kepada saya untuk dikisahkan kembali perjalan panjang seorang wanita hebat yang sangat dipuja pencintanya sejak dulu hingga hari sekarang dan tak pernah terbatas lintas usia,jabatan, kaya-miskin, anak2,usia Remaja, tua,kakek-nenek semua mengagumi dan mencintainya.

@ FESTIVAL,FILM & SINETRON: Adalah suatu kehormatan bagi seorang Dian Piesesha yang sama sekali tidak menduga akan berLAGA dengan para penyanyi senior yang sudah terkenal diberbagai Festival baik dalam Negeri maupun Luar Negeri al: Hetty Koes Endang, Harvey Malaihollo Full, Emillia Contessa dalam event Festival lagu populer Indonesia 1987. Bujukan rayu mantan penyiar TVRI 'Anita Rachman sebagai pencipta dari lagu 'Yang Harum dan Ranum', Dian tak kuasa menolak, karena menurutnya 'Tidak mau dan tidak pernah maum ikut lomba karena takut kalah, apalagi baginya hanya seorang penyanyi otodidak'. Dian-pun berhasil dengan baik mengahalau rasa groginya dan tidak mau mengecewakan para fans dan Anita Rachman, Dian melaju layaknya bak penyanyi Festival menyudahinya dengan sempurna bait demi bait. Dian menerima banyak ucapan selamat dari rekan2nya dan yang terpenting saat itu ada rasa bangga karena terdengar gemuruh tepuk tangan penonton walau bukan sebagai sang juara. Kepadatan jadwal dan terikat kontrak pada show2 di beberapa daerah sehingga beberapa Film ditolaknya, walau sebuah film pernah dibintanginya bersama Anita Carolina, Herman Felani,Cok simbara berjudul "Simphony Yang Indah-1981", namun untuk film selanjutnya terpaksa ditolak dengan alasan 'Tidak bisa akting'. Dian Piesesha selalu menjaga dan mengutamakan komitmen orang yang mengundangnya, sehingga kapan dan dimanapun Dian tidak mau bentrok atau merangkap bahkan selalu datang tepat waktu ditujuan. Sebuah Film nasional remaja 'Tak Ingin Sendiri-1985' pemain:Meriam Bellina & Rano Karno yang ditujukan kepadanya ditolaknya secara halus. Tapi yang mencenagnkan lagi, Dian pernah mengisi OST Film Remaja Idaman yang dibintangi Rano Karno & Anita Carolina, tanpa sepengetahuannya. Namun seiring perjalanan waktu, akhirnya tak kuasa menolak rayuan sahabatnya Alicia Djohar Full memintanya bermain di TV Play Serial PONDOKAN barmain bersama Tetty Liz Indriaty, Nani Sugianto, Dian berperan sebagai anak dari Nani Widjaya dan Tahun 2006 Dian piesesha tampil sebanyak 20 episode Sinetron Senandung Masa Puber.

 @SAKIT & LAGU TAK INGIN SENDIRI: Tidak semua orang tahu, bahwa dibalik kesuksesan lagu 'Tak Ingin Sendiri', sebenarnya Dian sudah mengalami sakit akut dan selama melewati hari2nya Dian piesesha tidak pernah curhatm kepada orang lain karena baginya tidak semua orang suka ceritranya, karena itu, hanya kepada Tuhan tempatnya dia mengadu dan berpasrah. Pada saat lagu tersebut diberikan 'pagi hari' dan 'malam harinya' take vokal/rekaman "malam ini, Tak ingin aku sendiri.. Dian membayangkan bicara sama Tuhan, mungkin itu yang membikin terlalu persaan saat menyanyikannya sehingga meresapi lagu tersebut". Mengenai mpenyakitnya, seorang Dian tidak pernah ceritra sama keluarga, prinsifnya "Diam itu adalah Emas", alasannya 'Tidak mau membuat mereka jadi susah, gelisah, mikir, Dian juga tahu banyak mereka berharap darinya sebagai tulang punggung keluarga dan apajadinya bila mengecewakannya?'. Album demi album dihasilkan al: Mengapa Tak Pernah Jujur,Engkau segalanya Bagiku,Pengorbanan diatas segalanya, penyakitnya tidak tidak bs diajak kompromi selama setahun tidak bisa berbuat apa2... jangankan untuk bernyanyi, berbicarapun sangat sulit karena tiba2 suaranya menghilang. Bukannya Dian tidak berusaha berobat, segala macam usaha telah dilakukannya di dalam Negeri dan dokter special maupun pengobatan alternatif sdh didatanginya bukannya sembuh bahkan semakin parah saja sakitnya " Kalau sedang demikian, wajah anak2 dan adik2lah yang terbayang dipelupuk mata, mungkin ditengah keberhasilanku Tuhan ingin tunjukan bahwa akun tetap manusia lemah tanpa kuasa-NYA'. Akhirnya , tida pilihan lain satu2nya jalan berobat di singpura tepatnya RS Elizabeth dan ditangani langsung Dr.Kwang, karena Dian seorang penyanyi dan oleh Dr.Kwang butuh sebulan men-Diagnosa dan mempelajari kaset2 Album darinya yang dikirim dari indonesia supaya suaranya kembali semula. Alahmdulillah, operasi berjalan lancar, namun baru saja 3 bulan pasca operasi, Dian Piesesha membandel dan mengindahkan anjuran dokter untuk beristirahat selama 6 bulan untuk tidak beraktivitas dan terjadi pembekakan (Abses) pada tenggorokan bekas operasi. Dianpun semakin jauh dari hingar-bingar musik Indonesia dan harus mondar mandir Singapura -Indonesia dan beristirahat total selama 2 tahun lamanya.

@ DIAN PIESESHA dengan BEDAH PLASTIK,ZIKIR & MEDITASI: Banyak Artis yang menutupi Operasi Plastik untuk membuat dirinya cantik demi tuntutan ke Artisannya dan bahkan si artis sesumbar mau membayar ratusan juta untuk membongkar kalo ada yang bisa tunjukan dimana dan dokter siapa?. Bagi seorang Dian Piesesha adalah sesuatu yang nggak perlu ditutupi karena baginya itu bukan Aib dan Cela, walaupun itu karena suatu alasan ke dokteran untuk sebuah kejadian kecelakaan mobil yang hampir saja merenggut nyawanya pada thn 1988. Operasi tidak hanya pada tulang hidung, pergelangan tangan, mata dan bahagian tubuhnya menyisakan bekas jahitan yang menorehkan trauma yang cukup lama baginya. Diwaktu senggan , disela kesibukannya sebagai selebriti dan wanita karir tak lupa menyempatkan berZikir dan Meditasi krn menurutnya berguna untuk mengontrol sifat keras kepala (lihat Zodiacnya) dan sifat Egonya 'Pernah mobil yang saya kendarai dari jalan raya langsung masuk garasi dan bisa langsung nembus dapur loh.. bayangkan?, terkadang saya keliling kota Jakarta lihat2 lampu atau mengendarai mobil tanpa tujuan dan tahu2 sudah sampai di Merak dan balik lagi kerumah'. katanya kepada saya kalau hate nuju pakeuh (pada ngerti nggak neh?). Segala Puji Syukur Allah sang Pencipta, kini sifat keras & ego-nya sudah perlahan2 terkontrol dan menjalani kehidupan rutinitasnya sebagai Ibu dari anak2nya dan menjadi Nenek dari Cucu2nya yang dikasihinya. @WANITA KARIR & kOMUNITAS: Dian Piesesha tipe wanita pekerja keras, sepantasnya julukan 'Wanita Karir' ditujukan kepadanya dan hebatnya seperti yang saya saksikan sendiri hanya dengan berdiam dirumah dan seonggok Hand phone, Dian mampu mengendalikan beberapa usaha yang dikelolanya di jakarta maupun di Luar Kota . Yang membuat saya berdecak geleng2 kepala adalah pekerjaan pria mampu dikendalikannya, semacam Pasir,Pertanian s/d Resto, program2 acara TVRI bekerja sama dengan Judhi Kristianto sang dedenkot JK Records, dll. Dikalangan teman2nya, Dian Piesesha dikenal dermawan dan ringan tangan, sering menolak dibayar bernyanyi kalau benar2 kepentingan menggalang dana untuk Bencana atau sejenisnya. Anehnya,justru sebaliknya.. info yang saya terima bhw seorang Dian Piesesha tidak sungkan2 mengeluarkan koceknya untuk kepentingan itu. Kedekatannya dengan Artis Alicia Djohar Full sebagai pengelola, menyeretnya aktif di komunitas 'Solidaritas Artis C.Club' adalah komunitas sosial yang memfokuskan kepada Pekerja Seni senior yang sudah sepuh dan sedang tertimpa musibah sakit. Saat ini, Dian Piesesha juga ditunjuk sebagai koordinasi Artis yang albumnya dibajak dan oleh Menko Polhukan Bidang koordinasi Hukum dan Ham 'Penanggulangan Hak Kekayaan Intelektual' tentang pemberantasan Pembajakan karya musik yang semakin merajalela di tengah masyarakat Indonesia.

KELUARGA, JAZZ & Album KERINDUAN: "Mama adalah Ibu yang sempurna", demikian komentar sang Raja sebutan kesayangan dari 'Putra Nugraha' tentang sosok sang ibu yang menurutnya sangat bangga dan senang menjadi anak dari seorang Dian Piesesha " Mama kalau dirumah menjadi milik kami, mengurus kebutuhan kami, enak diajak berteman dan bertukar fikiran gitu deh". Hadirnya album "Kerinduan" tak lepas dari campur tangan si sulung 'Wulan' sebagai produser , "sering saya mendampingi mami show kedaerah2 dan melihat mami masih kuat bawain 10 lagu nonstop, kebeneran lagi tahun itu (Thn.2006) karir mami sudah 25thn, terbesitlah keinginan saya membuat surprise buat mami sebagai tanda baktiku kepadanya yang saya tunjukkan lewat album ini". Dahsyatnya lagi , album ini diambil dari Buku Harian dan kumpulan Puisi hasil corat-coretan tangan dari ceritera kisah hidup seorang Dian Piesesha, jadilah Album Kerinduan seorang Dian piesesha untuk menyanyi lagi, untuk bertemu dengan penggemarnya lagi. Lewat beberapa sahabat musisi yang ahli di bidangnya dalam pembuatan lirik seperti : Dian Pramana Poetra dan Tito Sumarsono berkolaborasi dengan pemusik Jazz anak muda dan berbakat 'Ricky Lionardi dan indra Azis' menghasilkan aransement indah lewat lagu 'Tak Ingin Sendiri' tersa lain ditangannya apalagi melibatkan "Opustre Mini Orchestra". Lengkap sudah keinginannya untuk pembuktiannya membuang 'Imege' sebagai 'penyanyi cengeng' yang terlanjur melekat melekat pada dirinya, walaupun sebenarnya pd tahn.2000, saat melemparkan album produksi Balckboard berjudul Cinta Semakin Berarti cipt. Amin Ivos, Dian piesesha berkeinginan berkolaborasi dengan Ireng Maulana, namun terbentur masalah sm produser yg menginginkan Dian Piesesha seperti apa adanya.

@PENGHARGAAN,KISAH NYATA &HARAPAN : Banyak sudah penghargaan yang diraih atas prestasinya di blantika Musik indonesia, baik sebagai male and female 2002Developmental Award dari yayasan Restu Ibu dan penyanyi kesayangan Puspen ABRI sebanyak 3X, album terlaris versi HDX sebanyak 5X dan Peraih Golden Record sebanyak 4X baik Album Solo maupun Duet bersama Wahyu OS dll. Ada suatu kejadian lucu yang diceritrakan ulang kepada saya, saat mana Dian Piesesha dinobatkan sebagai penyanyi kesayangan Puspen ABRI dan berhak atas Piringan Emas " Seorang penyanyi senior terkenal sebagai penyanyi serba bisa menyanyikan terlebih dahulu lagu 'Tak Ingin Sendiri', aku nagis aja dipojokan dan nanti aku nyanyi lagu apa?... kan semua orang tahu kalau itu laguku dan yang menang itu juga laguku, sampai2 Alm. pak Eddy Sud bilang... nggak apa2, biarin aja, udah jangan nangis, nanti kamu nyanyi lagi aja lagu Tak Ingin Sendiri". Begitu Dian Piesesha menuturkan kepada saya sambil tertawa, tentang lagu Tak Ingin Sendiri yang begitu populernya sehingga diantara sesama penyanyi saja saling memperebutkannya untuk dinyanyikan. Pernah ada kisah dari penggemarnya yang semula sangat membenci lagu2 JK Records terutama lagu2 Dian Piesesha yang selalu diputar oleh mamanya, namun saat dia mengalami sakit dalam kesendirian dirumahnya tanpa sosok mama yang selalu memutar lagu2 dr Dian Piesesha dan pelan2 dia meraih tape recorder untuk mendengar suara syahdu penyanyi yang dibencinya.. Ajaibnya penggemar ini langsung sembuh setelah mendengar lagu Tak Ingin Sendiri, wallahu Alam dan mulai saat itu juga dia hadir selalu dgn album Dian Piesesha (di kutip dari salah satu peserta KUIS "LAGU JK dengan KISAHKU" yang masih berjalan). Saat ini, Dian Piesesha mempunyai harapan2 untuk selalu hadir menyapa para penggemarnya, seperti sudah terwujud Album Religi "SAHARA" yang baru saja diluncurkan pada Bulan Suci Ramadhan thn ini (thn.2011) dan kedepannya , dian piesesha akan meluncurkan album kompilasi & Karaoke "The Best" yang diambil dari album2 terdahulu dengan aransement dan style bernyanyinya yang sekarang dan akan menjanjikan suguhan terbaiknya sehingga mudah dinikmati dari berbagai kalangan Tua maupun Muda... Kita nantikan persembahannya untuk membuka lembaran tahun.2012, sebagai ungakapan rasa cinta dan sayangnya kepada dunia Musik Indonesia....




































1 komentar:

  1. Keren... Kaset Dian Piesesha nya lengkap betul mas.. saya malah belum lengkap.. :(
    dijual ga mas kaset-kaset dian pieseshanya? hehe :)

    BalasHapus